Halo guys....!!!!
Di
postingan kali ini, saya ingin berbagai pengalaman dengan teman-teman semua
tentang pengurusan visa ke New Zealand. Sebenarnya visa itu kan banyak macem
dan jenisnya, ada visitor visa general (visa kunjungan umum, yang
biasanya untuk yang mau tinggal di New Zealand kurang dan lebih dari 6 bulan,
formulirnya beda-beda loh), ada juga student visa (buat yang mau belajar
disana), ada juga work visa (itu buat yang kerja dan mencari penghasilan
di negeri kiwi tersebut), dan juga laen-laennye (soalnye seueur bin akeh bin
loba bin jenuk pisan, hehehe....). Jadi intinya, visa kita itu harus disesuaiin
sama tujuan apa kita kesana. Kalo mau belajar ya pake student visa,
kalaupun mau kerja ya kita harus pake work visa, dan seterusnye.
Lanjut
ye....!
Awalnya
ane juga bingung nih milih visa jenis apaan. Salah satu staff International
Office (IO) di kampus ane bilang pake visa visitor aja, but the other
one ada juga yang nyuruh kite-kite (Saya dan temen-temen kebetulan ke New
Zealand itu untuk jadi delegasi 3 kampus Indonesia yang mengikuti program Intercultural
Leadership Camp di Victoria University of Wellington [VUW]) ngurus visa
pake jenis visa bussiness. Puyeng deh kite, apalagi ane nih yang baru
pertama kali mau going abroad. Hehehe....
Akhirnya
dengan tekad bulat dan berani, kita memilih visa visitor (visa
kunjungan) untuk kegiatan kita itu. Untuk visa ini kita harus melampirkan
beberapa dokumen-dokumen (potocopyannya) penting di aplikasi permohonan
pengurusan visa kita. Beberapa persyaratan umumnya itu adalah:
1. Melengkapi
formulir aplikasi visitor visa, formnya bisa didapetin juga di website
imigrasinya negeri penghasil susu terbaik di dunia itu, websitenya itu adalah www.immigration.govt.nz, (coba aja
cek ya. Hehehe....).
2. Dua
lembar pasfoto: berwarna terbaru ukuran passport (latar belakang biasanya harus
putih, di fotonya itu harus kelihatan raut dan muka kita secara keseluruhan
oleh karenanya harus foto yang dari studio dengan kamera bagus dan resolusi
yang tinggi.
3. Biayanya
1,250.000,-
4. Bukti
keuangan: kita ini disana bakal disponsorin pihak VUW jadi cukup melampirkan acceptance
letternya aje (alhamdulillah gratisan, hehehe....).
5. Jadwal
perjalanan, itu biasanya dilihat juga sama tiket penerbangan. Ane cuma seminggu
lebih, jadi tiketnya itu booking yang PP dari sini ke sana dan dari sana
ke sini (tapi gak mampir kesana sini, hehe....). Bukti bookingnya kita
lampirin di aplikasinya tadi.
6. Potocopy
kartu keluarga dan juga (KTM) kartu tanda mahasiswa (padahal ane itu baru lulus
loh, gak keitung mahasiswa lagi. Untung ktmnya masih ada, hehehe....).
Setelah
semua persyaratannya lengkap, baru deh ane meluncur ke imigrasi negeri kiwi
terdekat. Kebetulan ane lihat di websitenya itu yang terdekat adalah Jakarta
Branch di Sentral Senayan 2 lantai 10. Aye nyobe tanya sana sini, tidak lupa
juga searching di dunia maya tentang lokasi kantor imigrasi negeri yang
penduduk aslinya Suku Maori itu. Akhirnya setelah nyari informasi kemana-mana
lewat berbagai macam sumber yang ada, kita berangkat kesana. Waktu itu
temen-temen cewe naik mobil pribadi, dan ane hanya dibonceng oleh seorang
kawan/peserta lain dengan motor antiknya. Kita siap berpetualang dengan ancer-ancernya
patung pemuda membangun di daerah senayan, karena bingung gak tahu tempatnya
kita muter-muter di sekitar senayan. Keliatan dah kite katronye, hehehe....
Setelah
berjuang dengan mencoba bertanya-tanya ke seorang pejalan kaki (yang nyuekin
kita) dan juga seorang satpam (yang akhirnya memberikan titik terang tentang
dimana tempat yang kami tuju berada) kita berhasil menemukan gedung Sentra
Senayan 2 itu, and finally we’re going there.
Memasuki
kawasan niaga terpadu seperti itu, kita yang hanya menaiki sebuah motor Suprat
Fit (disensor gak boleh nyebutin merk, hehe) yang spionnya emplek-emplek karena
rusak bersenggolan dengan pengendara sepeda motor lain itu dianggap angin lalu
orang-orang disana yang kendaraannya itu mobil-mobil bagus, ya minimal motor
juga yang jenis terbaru lah bukan motor yang kita taekin itu. Hehehe.
Setelah
di parkiran (jauh banget tu dari gedungnya), kita menuju gedung terkait yaitu
Sentra Senayan 2. Masuk gedungnya aje ketat banget brada & sista,
diperiksain semua apa yang kita bawa sampai harus menitipkan kartu identitas
segala. Lalu pas udah masuk dan naik lift (apa eskalator ya), kita pun menuju
lantai 10. Pas sampai di lantai terkait, pemeriksaan pun dilakukan lagi. Detector
digunain lagi buat meriksa kita, baru deh bisa masuk kantor imigrasi dan
mengurus semua kebutuhan visa kita itu.
Di
dalam kantor, kite cuma tinggal ngasih segala persyaratan dan dokumen yang
dibutuhin aje. Kalau semua persyaratan lengkap dan tidak ada masalah, maka kite
akan dikasih 1 lembar acknowledgement note sebagai lembar tanda untuk
pengambilan visa jika sudah selesai. Pengurusan visa pun akan selesai dalam
tujuh hari kerja, setelah tujuh hari kerja itu kite tinggal kembali ke kantor
imigrasi tersebut dan mengambil visa kite dengan menunjukkan lembar acknowledgement
note tadi. Dan Alhamdulillah deh sesuatu, akhirnya selesai juga proses
pembuatan visa ke luar negeri kite.
Sebelum
saya tutup tulisan ini, ada beberapa hal penting yang patut dicatat:
1. Persyaratan
umum tiap-tiap visa dan dokumen yang harus dilampirkan itu tidak semua sama dan
memiliki persyaratan/dokumen khusus sesuai dengan jenis visa yang diajukan.
Oleh karena itu sering-sering cek persyaratan dan dokumen yang harus
dilamprikan di webiste imigrasi New Zealand www.immigration.govt.nz.
2. Persetujuan
aplikasi visa itu biasanya selesai selama 7 hari kerja, oleh karena itu harus
dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Ditakutkan mepet dan bentrok
dengan jadwal departure ke negeri Kiwi tersebut.
3. Alamat
kantor imigrasi New Zealand di Jakarta:
Jakarta
Branch
Sentral
Senayan 2 Building, 10th floor
Jl.
Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno
Senayan,
Jakarta 10270, Indonesia
Oke
terima kasih kawan-kawan, brada & sista semua. Ceritanya sampai situ dulu
ya, nanti kapan-kapan kita terusin lagi. Syukron katsiron atas segala
perhatiannya, wassalam.
Salam
Hangat,
Tendy
Chaskey
Tidak ada komentar:
Posting Komentar